Monday, December 13, 2010

Tangisku di belakangmu

Di sebuah tempat ku lalui bersamamu... di waktu itu aku takut... amat teramat takut... ntah karena hal apa... tapi perjalanan itu aku tak menyukainya... baru kali itu aku merasakan perjalanan yang teramat mengerikan.... seluruh rasa takut menghampiri sekujur tubuhku... untuk menutupi rasa takutku...aku hanya bisa berdoa sepanjang perjalanan... tanpa terasa aku menangis... aku ingin berteriak..berhenti... tapi aku tak sanggup... aku hanya bisa menggenggam erat badanmu dengan kedua tanganku ... dan menelungkupkan kepalaku dibelakang pundakmu dengan berdoa agar perjalanan ini baik baik saja.... kulihat dirimu dari kaca spion...kulihat amarah yang teramat besar..aku tak tahu ada apa.... apakah dirimu marah padaku... sepanjang perjalanan aku melihatmu dari kaca itu... dan tak ada satu senyuman pun kau berikan walaupun kita sempat beradu mata...di perjalanan aku sering sekali mengucapkan namamu Tuhan Yesus... karena ada beberapa saat dimana aku tersentak dengan alunan perjalanan yang aku lewati...
dan sampai lah tempat tujuanku...agar dirimu tak melihat bahwa aku menangis.. dengan cepat aku pamit masuk kedalam... dan tak membalikkan badanku untuk melihatmu.... karena aku bersedih untuk perjalanan itu...
Tiba di tempat abangku.... aku bertemu tulang dan beberapa orang yang kukenal, bersalaman cium pipi kanan kiri..
Dan saat aku bisa istirahat duduk dengan baik, aku mengucapkan terimakasih atas waktu yang sebanyak banyaknya telah dirimu berikan untuk mengantarku datang ke tempat abangku....
Malam sebelum tidur..aku lepaskan semua bebanku itu...aku pasrahkan kepada Tuhan Yesus untuk semua hal yang kulewati...dan aku berdoa Untukmu...

No comments:

Post a Comment